siti.hasanah210's blog
mencari dan memberi yang terbaik
4
Sep

cerita inspirasi 2

Posted in Academic  by siti.hasanah210

Ki Hajar Dewantara

Raden Mas Soewardi Suryaningrat atau akrab dipanggil Ki Hajar Dewantara lahir diYogyakarta, 2 Mei 1889– meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi ka pribumu Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayimaupun orang-orang Belanda.

Tokoh ini begitu menginspirasi sendi-sendi kehidupan saya. Beliau adalah seorang yang ulet, aktif dalam berorganisasi, pemberani dan kritis pemikirannya.  Keberaniannya terlihat dalam tulisannya yang ditujukan untuk kolonial Belanda “Sekiranya aku seorangBelanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya”. Tulisan inilah yang menggiringnya menuju pengasingan oleh pemerintah Belanda.

Dalam pengasingan itu, beliau masih saja berfikir dan mencari ide untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. Satu lagi nilai plus yang begitu aku kagumi dari beliau, tetap brilian dalam kondisi tertekan. Ya, dalam kondisi pengasingan itu, beliau berfikir untuk mendirikan sekolah dengan sistem yang beliau adopsi dari pendidikan barat. Dengan segala keuletannya, maka berdirikah Taman Siswa. Sarana Pendidikan yang berkontribusi bagi Negara ini.

4
Sep

certa inspirasi 1

Posted in Academic  by siti.hasanah210

Cerita Inspirasi 47

Hari-hari terasa berat, begitu banyak tugas yang harus diselesaikan. Rasanya ingin sekali beristirahat sejenak, pergi dan menghindar dari kesibukan yang menurutku begitu menyiksa. Namun hal itu tak mungkin kulakukan. Aku sadari konsekuensi sebagai pelajar. Karena alasan yang kontradiksi itulah aku menjalani hari dengan terpaksa, tak ikhlas setiap pergi ke sekolah, tak ikhlas mengerjakan tugas, tak ikhlas dalam kerja kelompok, dan…pokoknya tak ikhlas dalam menjalankan tugas sebagai pelajar.

Aku menerima akibatnya. Nilaiku jeblok. Rasanya sakit..sekali. dalam pikiranku, aku sudah berusaha maksimal. Tapi hasilnya ? huft, nihil.

Senin pagi, kuseret kakiku menyusuri jalan menuju sekolah. Mataku sembab setelah semalaman menangis kesal mengerjakan tugas sekolah yang bejibun. Di seperempat perjalanan mata ini melihat lebih lama dari biasanya. Kulihat awan begitu bersih berenang di langit biru yang cemerlang. Mentari malu-malu terbit diirngi kicau burung yang membentuk melodi. Aku terdiam sejenak, telingaku mendengar lebih lama dari biasanya. Hatiku menyadari suatu hal. Indah. Begitu teratur alam ini. Begitu Maha Besar yang mengaturnya. Entah mengapa hatiku menjadi agak tenang setelah merenungkannya. Terima kasih Tuhan..Kau masih memberikanku hidup, mata dan telinga. Aku bersyukur. Ada senoktah penyesalan di hati karena semalam cengeng hanya karena hal kecil. Harusnya aku bersyukur karena masih di beri hidup, mata dan telinga yang takkan terganti oleh apapun.

Di setengah perjalanan, mataku kembali melihat lebih lama dari biasanya. Kulihat seorang ibu dengan buntelan di punggungnya, gendongan di depannya dan..bayi mungil mengertakkan tangannya keluar sambil menangis. Laki-laki kecil mengikuti setiap jejak ibu itu dengan membawa dua karung penuh yang sudah bisa kutebak isinya. Sampah. Tak terasa bendungan air mataku jebol juga. aku menangis malu. Harusnya aku bersyukur masih bisa sekolah. Harusnya aku bersyukur masih bisa belajar, masih bisa bertemu dengan teman-teman di sekolah, masih bisa meneguk ilmu di bangku sekolah. Tapi apa yang kulakukan? Aku tak ikhlas belajar, aku tak ikhlas sekolah, aku tak ikhlas mengerjakan tugas. Padahal jika dapat kualihkan beban ini, tentu anak kecil itu lebih memilih bebanku daripada setiap hari harus memanggul dua karung yang sangat bau dan kotor. Tentu anak itu lebih senang mengerjakan tugas sekolahku yang menumpuk daripada harus mencerna setiap lirikan mata sinis dan jijik dari setiap orang yang melihatnya.

Hatiku luluh, air mataku makin mengalir. Aku malu padaMu Tuhan, aku malu pada anak kecil itu. Harusnya aku ikhlas dan bersyukur, karena masih banyak orang yang tak seberuntung aku.

Kisah sederhana ini sering sekali kita alami. Namun sering jugakah kita merenungi maknanya? Hanya kisah kecil memang, tapi jika mata kita mau melihat lebih banyak, telinga mendengar lebih lama dan otak berfikir sejenak untuk merenung, kita akan mendapatkan banyak hikmah di setiap langkah kita…


 
LinkDock.com You found linkdock.com, so will your customers. It's a great label for your website and will help you define your identity on the Web.